Jumat, 22 Februari 2013

cerpen : Kisah Nadia kecil ~


Entah apa yang terjadi pada Nadia, sejak pulang sekolah wajahnya kusut, bibirnya manyun, pemandangan yang jarang ku  temui , aku dekati adik mungilku . Ku tanya apa yang terjadi padanya, tapi si mungil Nadia yang masih berumur 7 tahun ini, menggeleng dan terus berkata “aku gak apa-apa kak”
Sebagai seorang kakak, terang saja aku penasaran, adik ku yang biasanya pulang sekolah selalu ceria ini, kenapa tiba-tiba seperti ini,. Aduh , si adik kenapa yah ? tanya ku dalam hati.
Bukan hanya aku ternyata yang merasakan perubahan sikap pada adik bungsu ku itu, ibu dan ayahku pun turut bertanya-tanya kenapa si Nadia , yang seharian ini terlihat murung. Ayah dan ibu sudah berusaha membujuk, ibuku sudah mencoba berbagai cara, memasakan makanan kesukaannya , biasanya sih Nadia bakal lupa sama segala macam persoalan yang mengganggu mood nya kalau ibu sedang membuatkan nasi goreng favoritnya, tapi kali ini , ternyata enggak mempan. Ayah pun tak kalah dari ibu, ayah membujuk Nadia , bersepeda keliling kompleks, biasanya, Nadia bakal semangat kalau sudah dapat tawaran bersepeda bersama ayah , tapi kali ini, yah sama saja ‘enggak mempan’

Ibu, memanggilku , menyuruhku untuk membujuk Nadia. Ayah dan ibu emang paling gak betah lihat Nadia diam-diaman pasang muka cemberutnya. Nadia itu , adik bungsu ku, sekalian adik ku satu-satunya, jadi gak heran kalau dia selalu di manja oleh ayah ibu ku, perbedaan usia ku dengannya terpaut lumayan  jauh , 12 tahun , hehe. Nadia, duduk di kelas 2 sekolah dasar, sedangkan aku seorang mahasiswa semester 3 jurusan Fkip di sebuah Universitas negeri di kota ku. Makanya aku terlihaat dewasa sekali di hadapannya, terpaut usia yang lumayan jauh tidak membuat aku dan Nadia tak bisa menjalin hubungan adik kakak yang baik loh. Kalau aku lagi gak ada jadwal kuliah , biasanya, aku meluangkan waktu untuk mengantar dan menjemput adik ku di sekolahnya, aku juga suka mendandaninya kalu ia ingin ke pesta ulang tahun temannya, kami berdua juga suka jogging bareng keliling kompleks rumah, selain itu Nadia juga suka minta tolong kalau dia kesusahan mengerjakan pr nya, aku dan Nadia kompak dalam segala hal kok .
“Nadia sayang, Nadia kenapa sih ? dari siang , sampai sore gini kok masih diam-diaman sih ? cerita donk sama kakak” seperti perintah ibu, aku segera mendekati adik ku, aku coba membujuknya, biasalah anak kecil , agak susah di bujuk pas lagi ngembek  :D
Alhasil, Nadia gak ngomong satu kata pun. Aduh….. susahnya .

“ayo bilang ke kakak, siapa yang berani ganggu adiknya kakak yang cantik ini, ayo sayang bilang, siapa ? siapa? Renol? Dian ? Beno? Atau si Aldi ? cerita dong dek “
Terasa lucu sih, ini niatnya mau ngebujuk, tapi kenapa tiba-tiba terlihat seperti memaksa, sementara itu , adik ku Nadia tetap saja diam. Ada rasa kesal yang tersimpan di wajahnya , kali ini sepertinya Nadia benar-benar kesal. Tapi aku sendiri gak tahu kenapa adik ku bisa sekesal itu.
Aku gak nyerah dong , hehe. Terus ku bujuk adik ku, tiba-tiba muncul ide brilian, dengan segera ku ambil buku beserta pulpennya, Nadia biasanya semanagat benar kalau di ajak belajar bersama oleh kakaknya ini.
Ku dekati Nadia (lagi) “Nadia, ayo sayang, sini kakak ajar pelajaran matematik, supaya adik kakak yang pintar ini , jadi semakin pintar “
“Nadia, malas belajar, Nadia malas , Nadia kesal , Nadia kesal kak”
Kagetnya minta ampun , pas dengar Nadia, yang biasanya semangat belajar, tiba-tiba bilang dia malas belajar, bahkan perkataannya pun di ulang berkali-kali.
“Jangan ngomong gitu dong dek, kakak kan jadi sedih” ujar ku pada Nadia
“abisnya Nadia kesal ka, kesal banget sama guru Nadia. Nadia kesal kak”
Kemudian Nadia memeluku erat sekali, saat itu ku rasakan rasa kesal yang Nadia rasakan, rasa kesal seorang anak sekolah dasar, terhadap gurunya.
ku elus pelan rambut adik kecilku “guru nadia kenapa?”
Dengan polosnya, ia pun menceritakan  apa yang membuat ia kesal
“Nadia, kesal sama guru Nadia ka, gurunya pilih kasih, minggu lalu Nadia telat datang sekolah, Nadia di hukum, tapi Chyntia yang tadi datangya telat, gurunya gak kasih hukuman”
Aku tertawa dalam hati, lucu juga dengar curhatan anak kecil, yah namanya juga anak kecil , hal yang sebenarnya bukan masalah bagi kita orang dewasa, ternyata jadi masalah besar buat mereka. Hal kecil kaya gitu, ternyata bisa bikin Nadia ngambek , diam-diaman sejak pulang sekolah sampai sore. Du…. Du… Nadia lucu , ujar ku dalam hati .
“apa karena Chyntia, anak orang kaya?” ujar Nadia, semakin menjadi-jadi
Kali ini aku terdiam, kaget yang benar-benar kaget, kenapa anak kecil seperti Nadia bisa berpikir seperti itu, karena tak ingin adik ku ngedumel terlalu jauh, aku katakan padanya “ Nadia gak boleh ngomong kaya gitu, Nadia harusnya bersyukur, waktu Nadia telat, Nadia, di hukum, di hukum biar Nadia, enggak telat lagi, lagian dapat hukuman atau enggak itu kan gak ada sangkut pautnya sama dia itu anak orang kaya atau enggak sayang”

“Chyntia, udah sering datang telat kak, bukan hari ini saja, tapi aku dan teman-teman gak pernah lihat Chyntia di hukum tuh , malah guru-guru suka sambut Chyntia sama senyum mereka, seperti gak ada apa-apa kak, pokoknya Nadia kesal”
Nah loh, saya pun bingung harus ngomong apa sama adik ku ini, ada benarnya juga sih, siswa datang telat kok gak di hukum , sementara anak-anak lain dapat hukuman kalau datangnya telat, aku cuma gak nyangka aja, adik ku yang masih kelas 2 SD kok bisa yah berpikiran sejauh itu, sampai berpikir ada diskriminasi antar siswa yang satu dengan siswa yang lainnya, ckkck anak-anak zaman sekarang , cara berpikirnya yah , sudah sebanding sama anak kuliahan -____-“
“Sudah ah, jangan berpikir yang macam-macam ntar dosa loh dek, ayo sini kakak ajar matematik, biar kesalnya hilang” ku pikir ini cara paling ampuh, supaya adik ku melupakan kekesalannya
“gak mau kak, percuma Nadia belajar matematik, guru matematiknya enggak adil, kalau menjelaskan, pandangannya ke Chyntia doang, yang di Tanya sudah ngerti atau belum Chyntia doang, gimana gak kesal tuh kak, dikit-dikit Chyntia, dikit-dikit Chyntia, memangnya Chyntia doang kak yang mau belajar ?” ujar Nadia, dengan bibirnya yang manyun.
“Chyntia mana ? Chyntia, kemarin kenapa gak hadir ? Chyntia sudah ngerti ? Chyntia, Chyntia “ adikku terus mengomel menirukan gurunya yang selalu menomor satukan Chyntia, yang konon katanya Chyntia adalah anak salah seorang pejabat, salah seorang pendonor dana di sekolah dasar tersebut. Para guru-guru terang saja segan pada ayah Chyntia, Chyntia pun menjadi anak emas di hadapan para guru, Chyntia mendapat perlakuan khusus, tak pernah mendapat hukuman walaupun dengan jelas ia melanggar aturan, sikap segan dan menghargai enggak ada salahnya , tetapi mereka enggak sadar apa yang mereka lakukan membuat siswa lain enggak nyaman, bahkan anak sekolah dasar kelas 2 pun bisa berpikir dan merasakan ketidak adilan tersebut.
Aduh kalau sudah begini, saya pun bisa mengerti, terang saja kalau Nadia kesal, siapa sih yang gak kesal di beda-bedakan.
Nadia, adik kecil ku yang polos , yang sedang kesal karena merasa di beda-bedakan antara anak pejabat dan bukan ini , kembali memeluk ku, adik kecil ku tersayang, yang sedang merasa berada dalam ketidak adilan ini kemudian menangis “ ka, aku gak suka, kalau terus-terusan di beda-bedakan seperti ini, Nadia mau semua di anggap sama”

“Iya sayang, iya” aku berusaha menenangkan adik ku “mungkin cuma perasaan Nadia saja, masa gara-gara itu Nadia jadi malas belajar sih, seharusnya Nadia buktikan dong, meskipun Nadia bukan anak pejabat, tapi Nadia bisa jadi anak yang pintar “
Nadia adik ku sayang masih saja terus memeluk ku, seolah ia menemukan perlindungan di sana, perlindungan untuk seorang anak kecil yang tak punya daya dan kekuatan berupa harta dan jabatan , yang sering membuat orang lupa, lupa akan segalanya.
Nadia adik ku sayang, anak kecil yang masih terlalu polos, yang hatinya msih terlalu suci untuk di sentuh ketidak adilan , dia sempat terdiam sejenak , sampai akhirnya , ia pun berbisik dengan lembutnya “Kak…..”
Nampaknya ada harapan yang ingin ia sampaikan , ku balas bisikannya “iya, adik ku sayang”
“nanti kakak jadi guru yang baik yah, jangan jahat “
Aku tersenyum , ada perasaan haru mendengar permintaan adik kecil ku, ku ulangi lagi perkataannya “nanti kakak jadi guru yang baik yah, jangan jahat”
Ku peluk erat tubuh adik ku, ku basuh pula air mata yang membuat mata bulatnya terlihat sembab “iya sayang , kakak pasti jadi guru yang baik, sudah ah Nadia gak boleh cengeng, pokoknya Nadia harus rajin belajar , biar makin pintar, yah dek yah? “
Nadia pun mengangguk, melepas pelukannya dari tubuh ku secara perlahan, mengambil sebuah pensil dan buku pelajaran, nampaknya Nadia telah siap untuk belajar . Akhirnya aku berhasil menghilangkan rasa kesalnya .

Kisah Nadia kecil mungkin di anggap lucu bagi sebagian orang , namun sadar kah kita ? Nadia kecil hanyalah seorang anak yang tak ingin di beda-bedakan , hanya seorang anak yang ingin di samakan dengan anak yang lain, dengan anak pejabat sekalipun. Nadia kecil , seharusnya mampu membuat kita sadar, tak ada satu orang pun yang ingin hak nya di rampas hanya karena harta , jabatan atau kedudukan. Kisah Nadia kecil hanyalah secuil dari jutaan kisah ketidak adilan di negeri ini, entah apa sudah jadi prinsip dunia atau bagaimana, entahlah yang Nadia tahu itu sangatlah menyakitkan.







Pulsaku Kesasar, Kamu ada Dimana Nak :'(


Pagiiii para pecinta tulisan gue *pede bener yak*

suatu kisah yang akan gue bagi kali ini adalah kisah dari negri antah berantah yang sebenarnya rada gak penting untuk diceritakan tapi ini penting banget buat hidup gue, lets we get it.. (kali ini versi anak Jakarte karena aku lagi di Jakarte ye)

Pagi blind saat itu gue terbangun karna....ya karna kebangun ajah siih.. dan kebiasaan yang tidak pernah terlewatkan ketika bangun pagi adalah cek sms (kali ada aja sms fans yang belum kebalas karna gue) ketiduran, dan cek pulsa ._. smalam gue ingat kalo pulsa gue nyesek bener dan ga bisa berkomunikasi sama fans tetapku dari dulu yang sering curhat (M****), dia adalah salah satu anggota bur yang alhamdulillah syudah berhijab :D.. pagi yang dingin ditemani henpong yang tidak berpulsa. tiba2 lewatlah seorang yang sepertinya yang bakal menjadi pahlawan pulsaku saat ini :D, Mr. Barjo. hhaha, setelah terlibat percakapan yang cukup panjang dan cukup lebar akhirnya kita sepakat kalao gue boleh minta tolong titip beliin pulsa di warung sebelah :D.. kali ini pulsa dan kegiatan rutinku sebagai karyawan smsan di dunia sosial publik akan kembali seperti sedia kala. hari-hari baik itu liburan, ada kuliah, ga ada kerjaan, lagi nyuci, lagi rapat, lagi sempit, lagi luas -___- kok ini malah kemana2 siih, aku pasti smsan.. Beberapa sms masuk dan beberapa orang yang terlibat smsan pada hari itu dapat gue pastiin mereka antara senang dan menyesal karna mau smsan sama gue. hahaha, karena biasanya gue yang selalu memenangkan pertandingan dalam smsan itu (smsan ga pernah jadi pertandingan kalii riit (._.)). Tapi yang paling pasti adalah, orang2 yang terlibat smsan sama gue, pasti senang.. senang karna mendapat solusi yang bagus, senang karna bisa ngelucu bareng gue, atau senang karna berhasil menindas gue -__-".. hari itu gue rasa berjalan dengan sempurna seperti biasanya dan tanpa ada kendala sedikitpun, tapi di siang bolong (*gue masih bingung kenapa siang dibilang bolong) saat gua lagi senengan online, tiba2 ada sms pemberitahuan, "Hari ini adalah hari terakhir Anda untuk menikmati Paket Akses Data jika bonus Anda masih tersedia". gue panik tujuh keliling karna pulsa modem gue sebentar lagi bakal koid.. aduuh, padahal aku meu ngeposting malam itu.. gelabakan aku memikirkan hal ini. Tapii ya syudahlah, nanti malam aku pikirkan bgmana cara mnegajak kakakku mau diajakin beli pulsa :D.. jam ke jam pada hari itu berjalan dengan sangat normal hingga waktu magrib telah tiba dan adzan telah berkumandang.. Tiba2 ibuk nyuruh aku sms kakakq untuk mampir beli susunya abil, dan yaaaaaaaa harapan pergi beli pulsa itu terkubur dalam2 *rada alay kata2nya. Tak lama kemudia, kakakq datang dari kantor, dan ternyata ga bawa pesanan ibuk :D.. ahahahha, Alhamdulillah ya :D.. gue bergegas , makan dan siap2 buat ke salasatu pusat perbelanjaan. Tapi kok, si kakak ga keliatan2 y siapnya -_-. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 20.15, perasaan gue nunggunya dari magrib tadi deh U,U. Jeng jeeeng, akhirnya waktu yang ku tunggu2 datang juga. Tapi ga lama setelah berada depan rumah, eeeh genset listrik padam... sebenarnya ini ada apa siiih, mau beli pulsa aja banyak bener rintangannya... setelah genset listrik kembali idup, kami bertiga (gue, kakakq, abil(ponakan gue niih)) langsung berangkaaat :D. Nyampe di TKP, dengan semangat gue bertanya sama di mas2 di kasir," Mas ada pulsa three kan?". Dan Kata masnya, ada.. wohoooooow :D, kegalauan gue bakal berahkhir nih :D.. Tapi belanja dulu, barang2 keperluan seperangkat sabun pasta gigi dan teman2nya terlebih dahulu gue mampirin :D,,. Waktu yang ditunggu-tunggu daritadi akhirnya kesampaian juga, beli pulsa.. dengan semangat yang menggebu-gebu aku bilang ke masnya, " pulsa three y mas, yang 50". Dengan cepat, siap dan lantang aku sebur digit nomorku satu persatu dengan gaya setengah kayang (._. ini rada alay reader, maapin gue kalo penyakit gue kambuh). Huuuft, akhirnya terlaksana juga rencana emas gue. hahaha, paling senangnya kalo semua barang belanjaan gue dibayarin kakakq.. maiciiih eaa :D *peyuuk*. Setelah semua misi terlaksana dengan baik, kami pulang ke rumah. Hahaha, akhirnya gue bisa sepuasnya internetan lagi :D (berbicara dalam hati). sesaat setelah sampai di rumah, gue langsung bergegas untuk mengecek pulsa modem gue.. tiiiiiiiit *nyalain laptop. Tapi kok, ga ada pemberitahuan ya kalo pulsanya udah diisi.. karna saking positif thinkingnya gue, gue coba cek pulsa. eeeh, kok ga ada siih. mulai dongkol gue sama si mas2 kasir tadi.. niih orang gimana siih, kok bisa jadi kasiiir *ini ga ada hubungannya*. Lah, pulsanya kok ga masuk2 siiih -____- :'(. Gue kemudian flasback lagi, tadi gue udah bener kan kalo udah ngisi pulsa. tadi itu bukan hanya de javu doang kan, gue ga amnesia kan kalo tadi udah beneran isi pulsa? aku mondar mandir di kotak pesan si modem.. dan TERNYATAAAAAAAAA, huaaaaaaaaaaaaaaa gue baru tersadar kalo kartu modem gua itu SMART. itu tertulis jelas dan mungkin dia ikut tertawa melihat kebodohan yang aku lakukan di depannya yang daritadi mondar mandir ngecek pesan pulsa sudah masuk apa belom --". hadeeeeeh, ini kok bisa terjadi ya.. apa daritadi alamat2 yang aku dapat sebelum pergi beli pulsa adalah kode dan sandi simapur ya? hedeeh hedeeeeh -_-". awalnya ku sedih dan terpuruk akan kejadian yang menimpaku malam ini, tapi apa daya tangan tak sampai *putisnya ga nyambung. gue ga bisa benerin yang syudah terjadi malam ini. tapi kalo gue pikir lagi kejadian tadi rasanya ingin tertawa mengingat semangatku waktu menyebutkan digit nomorkuu dan mengatakan itu nomor three padahal jelas2 di hapeku juga aku cek kembali itu tertulis smart.. bhahahaha, sumpaaah, ini ga bener otak gue kali yak :D. Pulsaku kesasar entah dimanapun kamu nak, jaga diri baik2 ya :'D, mama akan selalu merindukanmu pulang.. hahahaha..

          Keterangan tokoh
Mrs. M : adalah satu anggota bur yang pastinya syudah pernah ngepost juga di blog ini
Kakakq : saudaraku urutan ke dua, skarang syudah berkeluarga. aku 5 orang bersaudara  dan aku anak paling bontot :D
Abil : keponakanku :D
Ibuk : mama mertua kakakq
Mr. Barjo : saudara Ibuk

Sekilas tentang bur, kita bertiga itu semuanya anak bontot cman ada salah satu dari kita yang tidak bontot, tidak sulung, dan tidak anak tengah juga aliaas anak tunggal. dia yang paling cerewet paling manja tapi paling gesiit kalo cari pacar -_-". kita ngalah ajah tuh, ngeliat aksinya cman teercengang di bawah pohon duren nunggu rejeki turun..

Oh iya, sedikit pesan untuk para reader,,, kalian hati2 kalo beli pulsa ya, pastikan nomor kartu kalian sesuai dengan pulsa kartu yang kalian omongin. kalo bisa di tulis lebar2 di kertas manila nama kartu kamu. Karna saat pulsa kamu nyasar ke tempat orang, rasanya nyesal bertubi2 #ikhlas itu syusyah mba/mas broo jadi jangan sampai terjadi kebodohan yang aku lakuin ini pada kalian juga. Tapi kalo kamu sengaja nyasarin pulsa kamu, ke nomor aku juga gpp, dengan senag hati gua terima dengan begitu lapang :D. oh iya, ikhlas itu memang susah tapi kalo kita terbiasa berlatih ikhlas insyaALLAH lebih tenang asal jangan melakukan kesalahan dan kebodohan yang sama untuk kedua kalinya. 

cerita pendek : tentang ayah ^^

Dengan izin ALLAH, izinkan aku merangkai cerita untuk lelaki hebat di sebrang pulau sana , yah dialah “AYAH”

Dia selalu menjadi tempat yang nyaman untuk berbagi, selalu mendengarkan curahan hati putra putrinya, orang yang paling pandai menyembunyikan lelah dengan semyumnya, merindukan anak-anaknya dalam diam , dan tentunya selalu bersahaja ”AYAH

Entah apa yang terjadi pada ayah, akhir-akhir ini beliau terlihat diam dan lebih sering menyendiri , tak biasanya ayah seperti ini , setauku ayah yang aku kenal selalu penuh semangat dan senang berkumpul bersama anak-anaknya , apa iya ayah sedang ada masalah ? 

Bulan juli setahun silam , aku ingat ketika ayah mulai diam dan rajin menyendiri ,aku bingung apa yang terjadi pada ayah , masalah apa yang membuatnya terlihat sedih dan lesu , ku coba dekati ayah , namun tetap saja aku masih belum mengerti , mengapa detik-detik menjelang keberangkatanku ayah jadi seperti ini ? 

Aku anak paling bontot dan di antara kami bersaudara , akulah anak yang paling dekat dengan ayah , aku pula yang paling mirip dengan beliau , aku dan ayah kadang terlihat seperti sahabat , ayah pernah bilang ‘anggap ayah sahabat mu nak ! supaya kau bisa cerita semuanya dengan lelusa’ itu yang pernah ayah bisikan padaku , makanya tak heran semua yang terjadi padaku, ku ceritakan pada ayahku , termasuk keberangkatanku yang di jadwalkan 2 hari lagi . aku harus meninggalkan rumah , karena harus melanjutkan kuliah di daerah orang , dan ternyata ini lah sebab perubahan sikap ayah yang aku rasakan akhir-akhir ini .

Setelah shalat isya berjamaah , ku cium tangan lelaki tertampan itu , sambil berkata : ayah .. maaf kalau ananda punya banyak salah ,
Dengan sikap diamnya ayah tersenyum dan berkata : ayah telah memafkan semua khilaf mu anak ku .
Tak kuasa aku peluk tubuh ayahku yang mulai membungkuk , aku sadar sosoknya pasti akan ku rindukan saat aku jauh nanti .
‘Sebaiknya kita ke ruang keluarga , banyak hal yang ingin ayah sampaikan’ kata ayah , sambil bergegas.
Setelah merapikan mukenah dan sajadah, ku ikuti langkah kaki ayahku ,
‘ada apa ayah ?’
‘duduklah anakku’
ayah menyuruhku duduk dan mulai berbicara, ku tatap wajah ayah dalam-dalam. Ada banyak harapan ku temui di sana. Ternyata iya, ayah mulai melontarkan harapan demi harapan yang ia inginkan untuk putri bungsunya ini , satu hal yang aku ingat dari ayah ‘sesibuk apapun , jangan pernah lupa shalat 5 waktu , ingat TUHANmu kapan dan di manapun kamu berada anakku ‘

Aku mengangguk , ternyata ini lah yang menjadikan ayah lebih sering diam akhir-akhir ini , nampaknya beliau masih belum siap jika putri bungsunya pergi meninggalkan rumah ,
‘ayah , akhir-akhir ini ku perhatikan , ada yang berubah padamu, ayah jadi lebih sering diam ,  apa ada yang salah denganku ? atau ayah tak ingin aku pergi meninggalkan rumah ini walau untuk menuntut ilmu ?’ tanyaku pada ayah 

Tiba-tiba ayah memelukku ‘jangan berkata seperti itu, ayah akui ayah berat jika harus mengingat putri bungsu ayah akan pergi meninggalkan rumah , ayah tahu rumah akan sepi , ayah tahu ayah pasti akan rindu denganmu nak , ayah takut sesuatu yang tidak ayah inginkan terjadi padamu di luar sana , ayah hanya belum siap jika harus berpisah dengan putri bungsu ayah , tapi tak berarti ayah tak mengizinkamu pergi , karna ayah tak pernah melarang anak ayah meraih mimpinya,‘
Perkataan ayah membuat tumpah air mataku, selama ini ayah berusaha tegar walau sebenarnya dia teramat sedih , dia hanya tak ingin tampakan kesedihannya padaku , ayah lebih memilih diam untuk menenangkan dan meyakinkan dirinya, bahwa sebentar lagi putri bungsunya akan pergi ke daerah orang.

Hmm ku peluk ayah ku erat  ‘ayah.. aku sayang ayah , aku pasti akan rindu ayah , semua pesan ayah akan aku lakukan , mendirikan shalat 5 waktu, menjaga diri bahkan belajar dengan baik masih aku ingat dengan jelas ayah , ayah tak usah sedih , doa ayah akan menjagaku saat aku jauh di sana , doa ayah yang akan menjauhkanku dari segala macam kejahatan , jangan pernah berhenti mendoakanku ayah ‘

Malam itu , aku mengerti , di balik diamnya ayah ternyata tersimpan ribuan , bahkan jutaan doa dan harapan untukku. jika ibu dalam menaruh rindu kasih dan sayangnya nampak dan terlihat serta terdengar jelas lewat ucapan-ucapan serta omelannya, hal ini tidak pada ayah, ayah lebih cenderung menyimpan rindu dalam diam, ayah tak mau terlihat lemah dan cengeng di hadapan anak-anaknya, dan inilah ayah yang memiliki cara yang berbeda ,pengorbanan cintanya tidak hanya berupa kata-kata melainkan  dalam bentuk tindakan yang tulus , termasuk dengan sikap diam serta seribu macam nasehatnya.

Hingga akhirnya , hari itu pun tiba, hari di mana aku harus benar-benar mandiri, hari di mana aku jauh dari ayah dan ibu , dan hari di mana aku harus belajar untuk menahan rindu pada ayah dan ibuku.

‘ayah, apa aku bisa ?’ tanyaku , sebelum bergegas menuju pesawat yang akan aku tumpangi .
Sambil menggenggam tanganku ayah berkata ‘kamu pasti bisa nak, anggap ini proses pendewasaanmu, proses di mana kau bisa lihat dunia yang lebih luas lagi , satu langkah untuk semua mimpimu nak ‘

Yah, inilah ayahku dia selalu setia meyakinkan aku , bahwa aku bisa melewati semuanya , hal yang aku anggap sulit sekalipun.
‘iya aku pasti bisa, makasih ayah, aku janji , aku akan sukses sama seperti ayah ‘ ku peluk erat tubuh ayahku , kemudian ku cium tangan beliau ‘aku pamit ayah’
‘aku pamit ibu, mohon doa untuk anakmu ini ‘

Kemudian aku bergegas masuk ke dalam pesawat , 
aku dengar teriakan ayah ‘ayah percaya anak ayah pasti berhasil’

Itulah ayah yang selalu percaya akan keberhasilan anak-anaknya , aku rindu ayah .
Hingga saat menulis cerita ini pun , aku semakin rindu , ingin cepat-cepat UTS dan balik ke rumah untuk menemui ibu dan ayah ku , sosok yang selalu menjadi semangatku . Tuhan, Semoga mereka selalu berada dalam LindunganMU .
Amiiin ^^

Hijab story








Saudara-saudara ku atas izin ALLAH SWT , izinkan aku menuliskan untaian kata yang semoga bermanfaat. “Mengapa saya berhijab ?” semoga tulisan ini bisa menjadi motifasi buat saudara ku sekalian yang mungkin hingga detik ini belum menggunakan hijab agar secepatnya berhijab. Amin

Saudaraku ,, aku menggunakan hijab pada tanggal 7 september 2012, tepat di hari jum’at ketika saya memasuki semester 3, di sebuah universitas negeri jurusan FKIP Bahasa Inggris . Banyak yang bertanya padaku , “kenapa berhijabnya bukan di hari senin saja ? hari di mana kita pertama kalinya memasuki semester 3 setelah libur hampir sebulan ??” aku tersenyum simple, ku jawab pertanyaan mereka “aku punya alasan , aku ingin hari bersejarah ini tetap akan selalu aku kenang, aku ingin hari di mana menjadi hari pertamaku menggunakan hijab , menjadi hari yang sangat istimewa dan tak kan terlupakan, aku sendiri meyakini bahwa hari yang paliiing mulia ialah hari jum’at , hari di mana ada waktu yang ketika seorang hamba memohon sesuatu , maka ALLAH Ta’alla akan segera menjawab permohonan tersebut .
 
Nah, aku ingin di hari jum’at yang mulia ini aku tetap istiqomah dengan hijab ku , bisa mempertanggung jawabkannya , hingga ALLAH mengirimkan malaikat Izrail untuk mencabut nyawaku meninggalkan dunia ini . Selain itu , mengapa aku memilih di tanggal 7 ? ini sama seperti tanggal kelahiran ku , seperti yang sudah aku katakan sebelumnya , aku ingin hari pertama aku menggunakan hijab menjadi hari yang istimewa dan tak terlupakan “
“Lantas, mengapa tak dari dulu saja kau berhijab ? misalnya hari jum’at minggu lalu, sebulan lalu , atau pada saat kau tepat berusia 19 tahun di tanggal 7 juli kemarin, atau mengapa tak di saat kau berusia 17 atau 18 mungkin ???” temanku kembali bertanya pada ku .
 
Aku menunduk , menyadari kesalahanku , kemudian aku jawab kembali pertanyaannya “ Sahabatku sayang , aku tau aku salah , aku pernah tenggelam dalam dosa , dosa yang aku anggap remeh , tapi mungkin hal itu yang bisa menjerumuskan aku ke neraka, bukan mungkin lagi tapi pasti . Dulu sebelum berhijab , di saat aku masih sering menggunakan rok atau dress selutut (yang gak buka-bukaan juga lah yah) sebenarnya aku telah mengetahui wajibnya menggunakan hijab bagi seorang muslimah yang telah aqil balik,, namun apa ? aku masih saja memperlihatkan dan menampakan sesuatu yang seharusnya tertutup , termasuk rambutku yang hitam, yang sengaja aku sosis di salon biar dapat kesan gak ketinggalan zaman . Aku tahu , namun belaga gak tau ? MasyaAllah , jika di ingat-ingat kembali , betapa berdosanya aku ini . Sahabatku  aku memang terlambat dalam berhijab , namun setidaknya Allah Azza wa Jalla masih memberikan saya kesempatan untuk menggunakan hijab sebelum meninggalkan dunia ini “
“Alhamdulillah, saya turut bahagia mendengarnya , semoga tetap istiqomah dengan hijabnya yah “ ujar temanku, sembari berjabat tangan denganku , wajahnya berseri , dia terlihat bahagia sekali saat tahu aku mulai berhijab , setelah berjabat tangan dia lalu pergi ,ada sesuatu yang akan dia urus di luar kampus.
 
Aku mengaminkan doanya, yah… itu yang jadi harapanku , agar bisa istiqomah dan bertanggung jawab dengan hijab ku , banyak orang di luar sana yang menggunakan hijab hanya sebagai hiasan dan mengikuti trend masa kini , dan aku tak ingin menjadi golongan seperti itu , apa lagi yang hari senin berhijab, tapi rabu kamis hijabnya entah kemana, naudzubillah , jangan biarkan hamba seperti itu.
Ada perasaan bahagia juga dalam hati , saat berjumpa dengan teman seperti temanku tadi , yang turut bahagia saat aku menggunakan hijab , setidaknya itu membuat aku semakin bersemangat dan bangga dengan hijab , itu lah teman yang baik , mendukung suatu kebaikan terjadi pada diri kita, bukan malah menertawakan kita , Karena menggunakan hijab ..
 
Bisa di bilang aku menggunakan hijab masih dalam hitungan hari, namun aku sengaja membagikan kisah ku ini dengan harapan agar saudara saudara ku yang belum berhijab , segera mengikhlaskan hati , menutup aurat karena Allah Ta’ala, saudaraku , sungguh aku tak bermaksud memaksa apalagi menggurui , aku hanya ingin mengingatkan , sebagaimana yang selalu orang-orang lakukan untuk ku , aku juga sama seperti kalian , saat aku belum berhijab , aku butuh dukungan dan semangat dari orang-orang yang terkasih , aku selalu di nasehati , di beri tahu meski tak jarang aku menggerutu dalam hati ketika ada salah seorang temanku yang mengingatkan ku untuk menutupi aurat , sebagai orang yang belum berhijab saat itu , aku merasa , ini hidup aku , kenapa dia harus sibuk mengurusinya ? Asstagfirullah , mungkin saat itu para iblis sedang menggerogotiku , membujuk ku agar tetap dengan aku yang dulu tanpa hijab , namanya juga iblis selalu merayu dan berusaha membujuk manusia untuk melakukan hal yang dila’nat . 

Saudaraku , aku pernah berada di posisi kalian, terlalu sulit rasanya saat apa yang kita punya, saat apa yang kita anggap bagus, harus kita tutupi dengan hijab, aku tahu semua itu terasa berat , bahkan mungkin di antara kita ada yang berpikir sayang jika rambut yang bagus harus di tutupi, begitu pun dengan tangan, lengan ataupun betis yang putih dan mulus. Lantas kenapa saya lalu berhijab?
Sebenarnya niatan untuk berhijab telah ada dari dulu saat duduk di bangku SMA , namun entah mengapa ada saja alasan untuk mengundurnya, undur … undur dan unduuur … hingga akhirnya niat itu hampir hilang .
 
Sampai pada akhirnya Allah Azza wa Jalla mempertemukan ku dengan kejadian-kejadian yang membuat niat ku berhijab muncul kembali , bahkan semakin kuat .
Suatu hari dalam perjalanan pulang dari kampus menuju kos kosan , dalam sebuah kendaraan umum, ada seorang yang bertanya padaku , “mengapa kamu belum berhijab ? bukan kah kamu seorang muslim ? tahu kah kamu hukum berhijab bagi seorang  muslimah ?”
Aku terdiam, mengomel-ngomel dalam hati , siapa dia ? berani-beraninya berkata seperti itu pada ku? Padahal aku tak pernah bertemu dengannya sebelumnya, kenapa rese seperti itu ? gak nyadar apa, dia juga kan belum berhijab, terus kenapa harus sok tahu seperti itu ?? cacianku semakin menjadi-jadi, hingga akhirnya, aku lihat kalung panjang yang menghiasi lehernya , aku temukan jawaban . MasyaAllah, ternyata orang yang tak berhijab ini , yang menanyai ku tentang hukum berhijab ini adalah seorang non muslim , ya Allah malunya aku , orang yang non muslim menanyakan hal itu padaku , terang saja aku tak bisa membela diri, toh memang hijab itu hukumnya wajib bagi seorang muslimah , rasanya seperti ingin menangis, ini seperti tamparan yang bekas dan rasa sakitnya akan tetap ada, malu sunguh malu di hadapan orang ini.
 
Tidak hanya itu , masih banyak kejadian kejadian yang membuatku sadar akan wajibnya hijab bagi seorang muslimah , pernah suatu ketika, salah seorang dosen meminta maaf padaku , saat dia hendak berbicara tentang islam di ruangan kelas , ucapnya “maaf, bagi anda yang nonmuslim “MasyaAllah , sedih sekali saat mendengar pernyataan dosenku , terang saja dengan suara bergetar , dan dengan mata yang berbinar aku katakan “aku muslim pak”
Yah , aku tahu ini bukan salah dosen ku , aku berpikir , cobanya , aku kenakan hijab, mana mungkin dosen ku akan berpikir kalau aku ini seorang non muslim , nah loh sekarang salah siapa ???
Saudaraku , sejak saat itu , ku kuatkan niatku menggunakan hijab, bukan karena malu pada mereka-mereka itu namun lebih tepatnya karena aku sungguh merasa sangat berdosa pada Sang pencipta . Hingga aku berpikir niat tinggalah niat jika tak di realisasikan dalam kehidupan . Karena tak ingin niat ini tertunda lagi , akhirnya aku coba untuk memulai , “langsung berhijab ??” Tidak !!!
 
Banyak hal yang aku persiapkan, termasuk ketika kedua orang tua ku , mengajak ku untuk sekedar jalan dan membeli baju baru , aku lebih memilih untuk membeli baju lengan panjang atau baju terusan yang bisa aku kenakan ketika berhijab kelak, terang saja mereka heran, aku yang biasanya lebih tertarik sama dress selutut atau baju dengan lengan pendek kenapa tiba-tiba berubah drastis seperti itu. Yah .. aku sengaja tak memberi tahu siapa-siapa tentang niatku berhijab ini , hehe .
Selanjutnya, hal yang aku lakukan adalah mengganti ava twiter dengan pose menggunakan hijab, hal ini sengaja aku lakukan, ketika banyak orang yang melihat ava tersebut, mereka kemudian bertanya “kamu sudah berhijab ?” atau ada juga yang langsung berpendapat kalau aku sudah berhijab “Alhamdulillah, sejak kapan  kamu berhijab ?”
Semakin banyak yang bertanya seperti itu, aku merasa semakin banyak yang mendoakan agar aku segera berhijab . Aku jawab saja seadanya “saya belum berhijab , minta doanya yah , agar segera mengenakan hijab “ terang saja mereka mengaminkannya. Nah itu juga termasuk usaha ku , agar semakin mantab dalam berhijab.
 
Ada lagi cara yang rada lucu yang pernah saya lakukan sebelum berhijab, sejak saat itu , di rumah saya membiasakan menggunakan hijab , hijab yang aku pinjam dari ibu ku , cara ini sengaja aku lakukan , agar rambut dan kepala ku tak ‘kaget’ ketika nanti mereka lebih sering tertutup, menggunakan hijab hanya untuk sekedar latihan ternyata gerah , hehe , tapi lama kelamaan Alhamdulillah rambut dan kepala ku mulai terbiasa . Aku mulai nyaman, dan merasa lain, kalau hijab nya di lepas, seperti ada yang kurang. Padahal saat itu , aku  belum resmi berhijab , hehe .
Cara lainnya , aku dapatkan dari membaca buku yang sengaja aku pinjam dari seorang teman ku, bukunya berisi tentang pemahaman tentang hijab, saat aku meminjamnya teman ku bertanya “apa kau akan berhijab?”
“doakan saja yang terbaik” jawab ku singkat .
 
jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah)  bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman , dan jika kalian bukan wanita beriman , maka silahkan nikmati pakaian itu”
“Anda mengangkat baju hingga lutut, Demi Tuhanmu, sungai apa yang akan anda sebrangi”
Itu, hanya sebagian penggalan kata yang akui temui dari buku yang aku pinjam dari seorang teman, aku yang selama ini masih saja terus nyaman dengan baju selutut yang biasa bahkan sering aku kenakan terang saja merasa malu oleh bacaan tersebut .
Nah buku itu pula lah yang turut jadi pendukung bagiku, aku sadar mungkin selama ini pemahaman ku tentang hijab kurang , makanya berhijabnya terpending melulu .
“Hai Nabi ! katakanlah kepada istri-istrimu , anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyaa ke seluruh tubuh mereka” (QS.Al-Ahzab : 59)
“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya “ (QS. An-Nur: 31)
Dan yang terpenting, aku juga semakin sering membaca ayat-ayat Allah yang pasti berisi kewajiban seorang muslimah untuk berhijab, tak lupa juga setiap selesai shalat 5 waktu, aku terus berzikir, meyakinkan diri ini  dan memohon padaNya , agar apa yang telah lama menjadi niat ku ini segera tewujud, aku juga minta agar aku bisa mempertanggung jawabkan semuanya, aku tahu berhijab bukan sekedar menutup kepala dengan selembar kain, bukan sekedar menutup rambut agar tak nampak , sesungguhnya tanggung jawab semakin besar, aku takut , jika aku tak mampu mepertanggung jawabkan hijab ku, aku resah jika cara berhijab ku masih salah dan aku pun malu jika berhijab namun perilaku tetap buruk . Naudzubillah.
 
Saudaraku , bagaimanapun cara yang aku tempuh untuk segera berhijab ku lakukan karena Allah Ta’ala dan tak lepas dari dukungan orang-orang hebat di sekelilingku.
Saudaraku,  Alhamdulillah setelah sekian lama niat hanya sekedar niat akhirnya kini aku telah berhijab, namun bukan berarti aku telah menjadi orang yang baik , aku pribadi  sadar masih punya banyaaaaak kesalahan, aku hanya berusaha untuk memperbaiki diri untuk jadi lebih baik .
Saudara ku ketika aku sudah resmi berhijab, banyak  orang-orang yang turut bahagia melihatnya, banyak di antara mereka yang langsung menghadiahkan hijab untuk ku , namun tak sedikit pula yang masih berpendapat kalau aku terlihat jauh lebih cantik tanpa hijab , masih banyak opini salah yang menganggap ketika berhijab gaya kita akan terlihat kaku, karena kita tidak bebas untuk mengikuti trend yang ada, namun aku tak mau terpengaruh dengan penilaian-penilaian seperti itu, insyaAllah aku bertekad berhijab selamanya , amin ya Allah.
 
Saudaraku , melalui tulisan ini aku tak bermaksud memaksa apalagi menggurui, tak ada sedikitpun niat “aku yang paling baik” tapi “ayo.. bersama kita perbaiki diri “ hanya ingin mengingatkan , sebagaimana yang selalu orang-orang lakukan untuk ku , aku juga sama seperti kalian , saat aku belum berhijab , aku butuh dukungan dan semangat dari orang-orang yang terkasih yang selalu memberi nasehat.
 
Buat saudara ku yang telah berhijab , Alhamdulillah semoga kita tidak tergoda dengan bisikan-bisikan iblis yang selalu berusaha memperdaya kita dengan berbagai cara ke jalan yang sesat, semoga kita tetap istiqomah dengan hijab kita , dan buat yang belum berhijab jangan lama-lama membiarkan diri berdosa , bukankah sudah tertera dengan jelas dalam ayat-ayat Allah akan wajibnya berhijab ? Rasulullah bersabda: siapa yang taat kepadaku akan masuk surga, dan siapa yang maksiat kepadaku maka , ia telah menolak “
Hijab is our identity, we should be proud of it.
Saudaraku , Bukan aku benar dan kau salah , tapi Maha benar Allah dan kita bersama menggapai ridhoNya , InsyaAllah .
Semoga tulisan ini bermanfaat , setidaknya mampu menginspirasi, para hati yang pasti tak pasti , belum berhijab hingga detik ini. 

Saudaraku mohon doanya , agar penulis mampu mempertanggung jawabkan hijab yang ia kenakan , mampu mempertahankan hijabnya, hingga ajal menjemput serta mampu menepis semua opini-opini kurang baik yang ada di luar sana.(Amiin)
Saudaraku… Barakallah Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada junjungan Nabi kita Muhammad Saw , keluarga dan para sahabat . Billahi taufik walhidayah, wassalamu alaikum warahmatulahi wabarakatu . Selamat membaca ^^
 
 
 
 

Kamis, 21 Februari 2013

Bandung-Jakarta, Sendiri ooh Sendiri :D

Haiii,.. Para bur.. akhirnya blog ini terwujud juga yah.. uuu, slama ini kita cuman bisa berkomunikasi dan menceritakan sejuta pengalaman kita di 3 daerah yang berbeda dan jarak yang sangat jauh (Raha-Kendari-Jogja) lewat sms dan telpon yang dirasa sangat tidak cukup untuk memenuhi semua keinginan kita untuk bercerita.. uuu kangeeeen *peyuuk satu2* :D.. aduuh, giliran udah ada blog ini jadi bingung mau nulis apa (sebenarnya tidak tau menulis :D).. saking begitu speachless.nya *ini mulai alay..
eeh burr, kmarin aku dari Bandung loooh tapi tetap ajah ga seru karna ga ada kalian.. haha, pengennya kapan2 kita main bertiga disana U,U. Tau ga, aku pulangnya sendiri loh dari Bandung ke Jakarta -_-". awalnya berani2 ajah tapi lama2 takut juga burr.. Aku kan habis telpon kakakq buat jemput di Tangerang City trus disuruh minta nomor polisi bisnya. aku tanyain deh sama bapa kondekturnya.. trus malah bapaknya duduk di samping aku trus bilang ga bakal dibawa kabur kok mba trus bapaknya malah ngasih nomor hape ke aku .. awalnya aku masih merasa fine2 aja tapi ternyata aku disuruh miskol ke hapenya.. dan begonya lagi aku miskol bur, habisnya ditungguin siih --".. dengan perasaan yang sok tenang aku sms kk e***( hahaha, maaf yang ini harus disembunyiin, tapi udah pada tau kan bur :D).. hahaha, ga lama hapeku bunyi tanda sms masuk. Dengan tanggap dan semangat yang menggebu-gebu aku buka sms, eeeh ternyata bapak kondektur yang sms aku --". maka terlibatlah aku dalam sindikat smsan dengan bapak kondektur*tapi aku balasnya cman satu hurup eeh satu kata maksudku --".. Aku kan jadi takut bangeet yak.. untungnya kk e*** juga bales smsku dan kita jadinya smsan jadi aku ga merasa takut2 amat :D, karna ada yang nemenin :D.. eeeh, ternyata aku ketiduran tau2 udah nyampe Jakarta aja burr.. tapi kok orang2 di bis udah pada banyak yang turun yak.. dan waktu itu jam syudah menunjukkan pukul 22.50.. Haduuuh, perasaan takut pun kembali datang.. Tapi aku lebih percaya kalo aku insyaALLAH bakal dilindungi ALLAH sampe tempat tujuan.. tiba2, bapak2 yang kira2 umurnya sudah lanjut gitu nyapa aku dan beliau nanyain aku turun dimana. dan ternyataaaaaaa.. jeng jeng,,, beliau turun di Tangerang City juga. alhamdulillah aku jadi ada temennya.. Sesaat setelah turun dari bis, kakaku datang jemput dan tibalah aku di rumah :D.. hahaha, malam yang menyeramkan tapi menyenagkan juga :D..

bur bur bur :* lope you :D, ahahahaha

*bur adalah sejenis buah2an yang sangat manis dan lezat yang tumbuhnya hanya di daerah Kabupaten Muna, yang kemudian kami bertiga memutuskan untuk mengembil nama ini sebagai nama persahabatan kita #sumpaaah, ini ngarang bangeet, janga dipercaya yak :D ahahaha#

wassalam :)

Sepatah kata dari kami bertiga ^^

EHM...... Baiklah , saya mencoba memulai untuk memainkan kata di blog ini.

Bisa di bilang, ini sebagai tulisan perdana setelah peresmian blog baru kami ini. Sebelumnya blog ini adalah milik salah satu dari kami (Namanya tak perlu di sebutkan) Hhehe.

Dengan kesepakatan yang berhasil di buat bersama si empunya blog, akhirnya blog ini resmi menjadi blog kami bertiga pada tanggal 20 februari 2013. Kami adalah 3 sahabat yang coba mengubah kata, menjadi sesuatu yang berharga melalui tulisan sederhana :))

Kami berharap, semoga apapun yang menjadi tulisan kami hari ini, esok dan seterusnya,bisa mendatangkan manfaat untuk banyak orang , karena itu lah sesungguhnya tujuan utama kami. Dengan menulis sepenuh hati, kami juga berharap semoga tulisan-tulisan kami nanatinya bisa di terima oleh pembaca semua dengan senang hati :))

Untuk yang sudah,telah dan mau meluangkan waktunya untuk mengunjungi blog kami dan membaca tulisan-tulisan kami, kami ucapkan banyak terimakasih. Seperti halnya mereka yang terus ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik membutuhkan kritik dan saran, seperti itu pulahlah kami, kritik dan saran yang membangun akan selalu kami nantikan.

 Allahuma yasir wa la tu asir, semoga niat baik kami di mudahkan. Bismillah.... we are ready to be good writer :)) ~salam dari kami 3 orang sahabat yang mencoba menjadi penulis~